Wabup Luwu Timur Dorong Desa dan Kecamatan Jadi Penggerak Lingkungan Sehat Tim Redaksi, 29 September 2026 WASUPONDA – Membangun lingkungan yang sehat tidak cukup hanya dengan memperkuat layanan kesehatan. Pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, hingga masyarakat perlu mengambil peran aktif agar pola hidup sehat tumbuh menjadi budaya yang berlangsung secara berkelanjutan. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pembinaan Forum Kecamatan dan Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat dalam rangka penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur itu dibuka Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, di Aula Kantor Camat Wasuponda, Selasa (29/9/2026). Desa dan Kecamatan Jadi Ujung Tombak Pembinaan tersebut dilakukan Tim Forum Kabupaten untuk memperkuat kelembagaan sekaligus memastikan kesiapan Forum Kecamatan dan Pokja Desa Sehat dalam mendukung penyelenggaraan KKS di Luwu Timur. Wakil Bupati Puspawati menekankan bahwa keberhasilan program Kabupaten/Kota Sehat tidak hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas maupun pelayanan kesehatan. Menurutnya, kualitas lingkungan tempat masyarakat tinggal juga menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman. Karena itu, Forum Kecamatan dan Pokja Desa Sehat diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan administrasi kelembagaan, tetapi mampu mengambil peran sebagai penggerak di tengah masyarakat. “Pentingnya sinergi lintas sektor dan peran Forum Kecamatan serta Pokja Desa Sehat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat,” ujar Puspawati. Ia mendorong setiap forum dan kelompok kerja untuk mampu mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan maupun lingkungan di wilayah masing-masing, kemudian mendorong penyelesaiannya melalui kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Perkuat Kelembagaan dan Program Selain penguatan peran di lapangan, pembinaan juga diarahkan untuk memastikan kelengkapan kelembagaan Forum Kecamatan dan Pokja Desa Sehat. Para Ketua Pokja Desa Sehat dari masing-masing wilayah kecamatan diminta membawa sejumlah dokumen sebagai bahan pembinaan dan evaluasi. Dokumen tersebut antara lain Surat Keputusan (SK) Pokja Desa Sehat periode 2025–2027, rencana kerja tahunan 2025–2027, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan KKS tahun 2025–2026. Dokumen tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk melihat kesiapan kelembagaan sekaligus kesesuaian program dengan berbagai indikator Kabupaten/Kota Sehat. Pembinaan Menyasar Kesiapan Pokja Fungsional Sanitarian Dinas Kesehatan Luwu Timur sekaligus Sekretaris Forum Kabupaten, Fitriana Syarifuddin, mengatakan pembinaan diperlukan untuk memastikan Forum Kecamatan dan Pokja Desa Sehat dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal. “Tim pembina nantinya melakukan pembinaan ke sekolah bersamaan dengan Pokja Desa Sehat mengenai tujuan pembinaan, kelengkapan administrasi kelembagaan, serta kesiapan Forum Kecamatan dan Pokja Desa Sehat dalam mendukung KKS,” tutur Fitriana. Ia berharap seluruh kecamatan dan desa memanfaatkan kegiatan tersebut untuk melengkapi dokumen kelembagaan sekaligus memperkuat program yang berkaitan dengan indikator Kabupaten/Kota Sehat. Menurutnya, penguatan kelembagaan menjadi salah satu fondasi agar berbagai program kesehatan dan lingkungan di tingkat desa dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut turut dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Luwu Timur, para kepala desa, lurah, serta unsur terkait lainnya. (*) Jangan Lewatkan:Inovasi Mahasiswa KKN Unhas dari Luwu Timur Juara I Expo KKN 116Jembatan Gantung Dusun Mes Lauwo Disorot, Warga Pertanyakan Prioritas Infrastruktur LutimWarga Balambano Geram, Proyek Pipa PT Vale Tetap Berjalan Usai Kesepakatan PenghentianSimulasi Bencana di SLB La Ketu, Luwu Timur Perkuat Kesiapsiagaan Siswa Disabilitas