Siswi SMA YPS Sorowako Raih Perunggu OSN 2026 Bidang Kebumian, Berpeluang ke IE Tim Redaksi, 21 September 202629 September 2026 LUWU TIMUR — Nama Kabupaten Luwu Timur kembali muncul di panggung kompetisi sains nasional. Anindita Mahya Ardian, siswi kelas XII SMA YPS Sorowako, berhasil meraih Medali Perunggu pada babak final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Kebumian. OSN 2026 berlangsung pada 14–20 September 2026 dan diikuti siswa-siswi terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. Bagi Anindita, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalaninya sejak Februari 2026. Perjalanan itu dimulai dari seleksi tingkat sekolah dan berlanjut secara bertahap hingga tingkat nasional. Siswi yang akrab disapa Anin tersebut harus melewati sejumlah tahapan sebelum memastikan tempat di babak final. Seleksi dimulai dari tingkat sekolah, kemudian berlanjut ke tingkat kabupaten, provinsi, semifinal hingga final OSN tingkat nasional. Dari sekitar 26.000 peserta yang mendaftar dari seluruh Indonesia, Anin berhasil menembus jajaran 60 peserta terbaik nasional bidang Kebumian dan mengamankan medali perunggu. Capaian tersebut tidak lepas dari persiapan yang dilakukan secara konsisten selama proses seleksi. Guru pembimbing dan orang tua turut memberikan pendampingan kepada Anin dalam menghadapi rangkaian kompetisi yang berlangsung selama berbulan-bulan. Menuju Kompetisi Internasional Medali perunggu OSN 2026 bukan menjadi akhir perjalanan Anin. Pencapaian tersebut membuka peluang baginya untuk mengikuti tahapan pembinaan dan seleksi Pelatihan Nasional (Pelatnas). Tahapan tersebut merupakan bagian dari proses pemilihan calon wakil Indonesia untuk ajang International Earth Science Olympiad (IESO) 2027. Jika berhasil melewati rangkaian pembinaan dan seleksi tersebut, Anin berpeluang melanjutkan kompetisinya ke tingkat internasional dan membawa nama Indonesia dalam ajang sains kebumian yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara. Kepala SMA YPS Sorowako, Ramdhan Machmoed, mengapresiasi pencapaian yang diraih anak didiknya tersebut. Menurutnya, medali perunggu OSN 2026 merupakan buah dari persiapan panjang, ketekunan, kedisiplinan, serta dukungan dari guru pembimbing dan keluarga. “Kebanggaan luar biasa kami rasakan atas pencapaian Anindita Mahya Ardian yang berhasil meraih Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Kebumian. Prestasi ini merupakan buah dari persiapan yang panjang, ketekunan, disiplin, serta dukungan luar biasa dari guru pembimbing dan orang tua,” ujar Ramdhan. Ia menilai pencapaian Anin memiliki makna lebih luas bagi SMA YPS Sorowako. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan keberanian siswa untuk menguji kemampuan di tingkat nasional. “Bagi SMA YPS Sorowako, pencapaian Anin bukan hanya tentang sebuah medali, tetapi tentang keberanian seorang siswa untuk menguji kemampuan di panggung kompetisi sains nasional,” tambahnya. Pencapaian Anindita sekaligus menambah catatan prestasi pelajar asal Luwu Timur di tingkat nasional. Dengan peluang mengikuti tahapan Pelatnas menuju IESO 2027, perjalanan Anin masih berlanjut. Kini, tantangan berikutnya adalah melewati proses pembinaan dan seleksi untuk memperebutkan kesempatan menjadi bagian dari tim Indonesia di ajang internasional tersebut. (*)