5 Komponen Utama Dalam Membangun Sebuah Bisnis

Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan kewirausahaan di Cikotok bersama Eko Yulianto dan Fath Aulia Muhammad, pendiri dan owner Tela-Tela. Sewaktu saya memberikan beberapa “wejangan”, pada saat sesi tanya jawab, saya diberondong dengan pertanyaan yang intinya, “Saya butuh modal pak!”. Ada yang lebih ekstrim lagi sampai berkata, “Saya sudah tahu gimana caranya bisnis pak. Yang penting sekarang adalah modal!”. Bahkan mungkin beberapa dari mereka beranggapan saya hanya berteori belaka. Begitu saya jelaskan masalah internet marketing, pada ndomblong semua. Rupanya mereka tidak tahu apa-apa. “Sudah siap bisnis bagaimana”, pikir saya.


Nah, kalau menurut anda kira-kira tahu tidak apa yang harus dikerjakan kalau anda ingin membuka atau membangun sebuah usaha yang besar dan sukses? Apakah hal terpenting yang diperlukan membuka usaha baru hanyalah modal seperti yang dikatakan para peserta pelatihan saya tadi? Atau hanya mengerjakan atau membuat produk saja? Atau yang terpenting hanya membuat memfokuskan bidang pemasaran dan penjualan saja? Sebenarnya, pada saat anda membuka atau membangun sebuah usaha, anda harus berfokus pada segitiga B-I, yaitu 5 komponen utama dalam membangun sebuah usaha atau bisnis. Saya mengetahuinya dari salah satu serial “the advisor series”-nya Kiyosaki, Before You Quit Your Job. Lima komponen itu adalah :

Arus Kas
Bisa juga disebut keuangan. Beberapa hal yang termasuk arus kas diantaranya adalah laporan laba rugi, laporan arus kas, neraca dan sebagainya. Anda harus bisa membaca dan memahami laporan keuangan tersebut. Alasan mengapa arus kas diletakan di tingkat dasar adalah karena sebagian besar wilayah pekerjaan pengusaha akan berada disitu. Saat arus kas pengusaha hancur, maka hancurlah bisnisnya.

 

Komunikasi
Biasa disebut pemasaran. Komunikasi adalah elemen utama dalam perencanaan bisnis manapun. Pemasaran mencakup segmentasi pasar, targeting, konsumen, pesaing, distribusi, hubungan, periklanan, penetapan harga, industri dan tren pasar, strategi pemasaran, dan sebagainya.

 

Sistem
Dalam sebuah usaha atau bisnis, pengendalian sistem sangat diperlukan mengingat kebanyakan pengusaha bekerja berdasarkan kebiasaan. Jadi apabila pengusaha tersebut sedang tidak berada disitu, maka usaha tersebut tidak bisa berjalan dengan semestinya. Bahkan kebanyakan bisa berantakan. Dengan pengendalian sistem yang kuat, anda bisa bebas tanpa harus terlibat di bisnis anda terlalu banyak, seperti bakso Malang Cak Eko yang pernah saya ulas.

Hukum
Murphy’s Law (hukum Murphy, segalanya dapat berjalan salah) pasti akan berlaku dalam bidang bisnis. Justru disaat anda berpikir bahwa anda tidak perlu bantuan hukum, anda memerlukannya. Hukum bisnis sangat beragam. Mulai dari pengurusan ijin gangguan sampai hak paten termasuk didalamnya. So, uruslah hukum bisnis anda sebelum sesuatu hal yang merugikan menimpa anda di kemudian hari.

 

Produk
Inilah tingkat tertinggi pada Segitiga B-I, produk atau jasa. Maksud dari kata tingkat tertinggi adalah teratas atau terujung. Tertinggi disini tidak saya maksudkan sebagai terpenting. Hanya saja kalau pada gambar segitiga B-I nya Kiyosaki, posisi produk atau jasa ini paling atas. Disinilah pengusaha harus membuat sebuah produk atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen, tetapi mempunyai diferensiasi yang kuat.

Sebagai seorang pengusaha yang sedang membuka usaha, anda dituntut untuk menguasai kelima hal tersebut diatas. Tidak perlu sampai mendetail. Anda cukup ahli di satu bidang, kemudian bidang yang lain diserahkan ke orang lain dengan cara :

  • Merekrut seseorang yang ahli di bidang-bidang tersebut untuk masuk ke dalam satu tim bisnis anda.
  • Atau mempekerjakan orang yang ahli dari bidang-bidang tersebut untuk bekerja di perusahaan anda.
  • Atau menggunakan konsultan di salah satu bidang tersebut, misal komunikasi atau pemasaran jika anda tidak ahli dalam hal tersebut.

Kemudian, mengapa anda harus ahli atau expert di salah satu bidang? Supaya pada waktu membangun usaha, tim bisnis anda berisi orang-orang yang kuat dan hebat. Kalau anda pintar dan ahli di salah satu bidang misalkan produk, pasti anda akan mendapatkan partner, pekerja atau konsultan yang pintar dan juga ahli di bidang pemasaran, keuangan, sistem dan hukum. Kalau pengetahuan anda di satu bidang tersebut pas-pasan, orang-orang yang berada di sekeliling anda juga pas-pasan. Anda juga tidak mau kan, bekerja dengan orang yang jauh levelnya di bawah anda?