Asosiasi Pengusaha Asli Lampia Dorong PT WIKA Libatkan Warga Lokal dalam Proyek Jetty IHIP Tim Redaksi, 7 October 20267 October 2026 MALILI – Asosiasi Pengusaha Asli Lampia (APAL) mendorong PT WIKA untuk membuka ruang lebih besar bagi masyarakat lokal dalam proyek pembangunan jetty untuk kawasan PT Indonesia Huali Industrial Park (IHIP) di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. APAL menilai kehadiran proyek tersebut semestinya tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Ketua APAL, Adil To Amir, mengatakan salah satu bentuk manfaat yang dapat diberikan adalah membuka kesempatan kerja bagi warga lokal sesuai kompetensi dan kebutuhan proyek. “Tenaga kerja lokal harus diberi kesempatan. Tentunya berdasarkan kompetensi dan kebutuhan proyek,” ujar Adil saat ditemui di Eatery and Cafe Mixi Hotel Lagaligo, Desa Puncak Indah, Malili, Rabu (7/10/2026), dikutip dari MaliliPos.com. Dorong Pemetaan Tenaga Kerja Lokal Menurut Adil, keterlibatan warga lokal perlu diawali dengan pemetaan potensi tenaga kerja yang tersedia di wilayah Lampia dan sekitarnya. Pemetaan tersebut dapat mencakup berbagai bidang pekerjaan yang dibutuhkan dalam proyek, mulai dari operator, mekanik, pengemudi, tenaga administrasi, teknisi hingga tenaga konstruksi. Dengan adanya basis data tenaga kerja lokal, kata Adil, perusahaan dapat lebih mudah mengidentifikasi warga yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. “Kalau tenaga kerja lokal dipetakan dengan baik, perusahaan juga bisa mengetahui potensi yang tersedia di sekitar proyek,” katanya. APAL juga mendorong agar informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dan proses rekrutmen disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Hal itu dinilai penting agar warga yang memiliki kompetensi dapat mengetahui peluang kerja yang tersedia sekaligus mempersiapkan diri sesuai persyaratan yang ditetapkan perusahaan. Kompetensi Tetap Jadi Pertimbangan APAL menekankan bahwa dorongan untuk melibatkan warga lokal bukan berarti mengabaikan kompetensi. Menurut Adil, perekrutan tetap harus mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan teknis proyek. Namun, warga yang berada di sekitar lokasi kegiatan diharapkan memperoleh kesempatan yang layak untuk mengikuti proses seleksi. Selain rekrutmen, APAL juga mendorong adanya pelatihan bagi tenaga kerja lokal apabila terdapat kebutuhan kompetensi tertentu yang belum tersedia. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat jangka pendek, tetapi juga dapat meningkatkan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan industri dan proyek pembangunan di wilayahnya. Isu Keterlibatan Lokal Jadi Sorotan Dorongan APAL tersebut muncul di tengah perhatian masyarakat terhadap keterlibatan warga dan pelaku usaha lokal dalam pembangunan jetty di area kerja PT IHIP. Dalam surat pemberitahuan aksi Nomor 002/AMAL-BERSATU/X/2026, Aliansi Masyarakat Lampia Bersatu (AMAL Bersatu) menyatakan bahwa pekerjaan pembangunan port atau jetty di area kerja PT IHIP dinilai belum melibatkan kontraktor dan tenaga kerja lokal secara optimal. AMAL Bersatu juga menyebut adanya kesepakatan sebelumnya yang mereka klaim dibangun melalui musyawarah pada 16 Juni 2026. AMAL Bersatu kemudian menjadwalkan aksi di depan Kantor Desa Harapan dan area pembangunan port PT IHIP dengan perkiraan peserta sekitar 100 orang. Dalam pernyataan sikapnya, AMAL Bersatu menyampaikan empat tuntutan, yakni pemberdayaan tenaga kerja lokal, pemulangan kontraktor reklamasi dan pengerukan pada proyek pembangunan port PT IHIP, pemberdayaan kontraktor lokal, serta penghentian masuknya dump truck dan alat berat dari luar pada area proyek. Konteks tersebut memperlihatkan bahwa keterlibatan masyarakat lokal menjadi salah satu isu yang mengiringi aktivitas pembangunan jetty IHIP di Lampia. APAL Dorong Rekrutmen Transparan APAL berharap proses rekrutmen tenaga kerja untuk proyek dilakukan secara transparan dan mudah diakses masyarakat. Menurut Adil, keterbukaan informasi akan membantu warga mengetahui jenis pekerjaan yang tersedia, persyaratan yang dibutuhkan, serta mekanisme seleksi yang harus diikuti. Dengan demikian, masyarakat dapat mempersiapkan diri dan mengikuti proses rekrutmen secara terbuka berdasarkan kualifikasi masing-masing. APAL juga berharap komunikasi antara perusahaan, pemerintah desa, masyarakat dan organisasi lokal dapat dibangun secara rutin selama proyek berlangsung. Siap Jadi Mitra Komunikasi Adil mengatakan APAL siap menjadi bagian dari komunikasi antara perusahaan dan masyarakat, khususnya dalam membantu mengidentifikasi potensi tenaga kerja dan pelaku usaha lokal. Menurutnya, komunikasi yang baik dapat membantu mempertemukan kebutuhan proyek dengan sumber daya manusia yang tersedia di wilayah Lampia. APAL berharap keberadaan proyek jetty IHIP dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. “Harapannya, keberadaan proyek ini bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Lampia,” ujar Adil. Bagi APAL, pembangunan jetty IHIP dapat menjadi momentum untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal sekaligus memperkuat keterlibatan pelaku usaha di sekitar wilayah proyek. Dengan tetap mengedepankan kompetensi, kebutuhan proyek dan proses rekrutmen yang transparan, APAL berharap kehadiran investasi di Lampia dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi warga setempat. (*) Jangan Lewatkan:IUP 4.787 Hektare di Luwu Timur Dipersoalkan, LSM Ungkap Dugaan Dua Bendera PerusahaanIUP PT Daya Guna Gemilang 4.787 Hektare di Desa Harapan Dipersoalkan, Klaim Tumpang Tindih Lahan War...Jembatan Gantung Dusun Mes Lauwo Disorot, Warga Pertanyakan Prioritas Infrastruktur LutimSengketa Lahan Waris 3.145 Hektare di Malili Memanas, Ahli Waris Cabut Kuasa dan Jumrana Lapor Polis...