Pemkab Luwu Timur dan Save the Children Perkuat Program Kesehatan Gigi Anak di 12 Sekolah Tim Redaksi, 20 October 2026 MALILI — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Save the Children Indonesia (StC) memperkuat upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut anak melalui Healthier Smiles Program. Program ini mendorong pembiasaan hidup sehat sejak dini melalui edukasi dan pendampingan di lingkungan sekolah. Program tersebut diinisiasi Save the Children Indonesia bersama Yayasan Celosia Marennu Indonesia, dengan dukungan Mars Snacking Foundation. Persiapan monitoring pelaksanaan program dibahas dalam rapat Working Group Healthier Smiles Program di Aula Wisma Trans Malili, Senin (19/10/2026). Pertemuan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus memastikan kesiapan pemantauan program di 12 sekolah dampingan. Monitoring akan mencakup pelaksanaan kantin sehat serta kegiatan edukasi kesehatan gigi dan mulut. Proses penilaian dilakukan melalui diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) dan observasi di sekolah. Perkuat Koordinasi dan Pendampingan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Luwu Timur, Amran Akmal, menegaskan pentingnya peran setiap pihak dalam mendukung keberhasilan program. Menurutnya, kolaborasi dan pelaksanaan tugas sesuai fungsi masing-masing menjadi kunci agar kegiatan berjalan optimal. “Kita semua sudah mengetahui tugas dan fungsi masing-masing. Karena itu, kami berharap seluruh pihak dapat bekerja maksimal dan memperkuat kolaborasi agar program ini berjalan dengan baik,” tutur Amran. Perwakilan Kementerian Agama, St. Rabiah, yang membuka kegiatan tersebut, juga menekankan pentingnya pendampingan kepada anak dan guru. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, edukasi kesehatan diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari. “Kita berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dirasakan secara nyata oleh anak-anak di sekolah dampingan,” ujarnya. Monitoring untuk Evaluasi Program Dalam pertemuan tersebut, District Coordinator Save the Children Indonesia, Rina Zulwiyati, memaparkan tujuan monitoring sekaligus pembagian tugas setiap tim yang akan melakukan penilaian di 12 sekolah dampingan. Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan, serta memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan. “Monitoring ini kita lakukan hari ini untuk melihat perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan, serta memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan,” papar Rina. Melalui monitoring tersebut, pelaksanaan program diharapkan dapat dievaluasi secara lebih terarah, termasuk dalam penerapan kantin sehat dan edukasi kesehatan gigi dan mulut di sekolah. Pemkab Luwu Timur bersama Save the Children Indonesia dan seluruh mitra berupaya memperkuat lingkungan sekolah yang sehat. Kolaborasi ini diharapkan mendukung anak-anak agar dapat tumbuh, belajar, dan berkembang dengan kebiasaan hidup sehat sejak dini. (*) Jangan Lewatkan:Stakeholder Meeting TPBIS, Luwu Timur Bangun Kolaborasi untuk Perpustakaan InklusifWabup Luwu Timur Dorong Desa dan Kecamatan Jadi Penggerak Lingkungan SehatJembatan Gantung Dusun Mes Lauwo Disorot, Warga Pertanyakan Prioritas Infrastruktur LutimSimulasi Bencana di SLB La Ketu, Luwu Timur Perkuat Kesiapsiagaan Siswa Disabilitas