Fahrurrazi: Belajar Itu Mudah

Fahrurrazi Sang Bintang SchoolBelajar itu mudah! Itulah visi ketika Sang Bintang School pertama kali beroperasi. Anggapan kebanyakan masyarakat belajar itu sesuatu yang sulit membuat belajar menjadi momok di negeri ini.


“Lalu apa jadinya negeri ini jika jutaan pemuda enggan belajar?” Demikianlah kalimat yang membuncah di dada Fahrurrazi.

Menurutnya, “Tamatlah sudah riwayat negeri ini. Penjajahan di segala bidang takkan terelakkan, karena kita tidak siap dengan SDM yang cerdas dan terampil.”

 

Berbekal keyakinan bahwa kesulitan dalam belajar harus dipecahkan, ia memberanikan diri mengayunkan langkah di kotanya, Pontianak. Kasus bahasa Inggria menarik perhatiannya.

 

Walau disejak SNIP sampai SMA, total 6 tahunan, Fahrurrazi melihat bahwa tidak serta-merta para siawa menguasainya. la takut bila hal itu berlangsung terus, negeri ini akan dibodohi masyarakat dunia.

Memang masyarakat sekarang bukan tanpa upaya, selain belajar di sekolah, mereka terkadang menyerbu lembaga-lembaga kursus untuk memecahkan kesulitan tersebut.

 

“Tapi sedihnya belajar di lembaga kursus kadang-kadang juga mengulang permasalahan di sekolah. Siawa tidak juga pintar. Ada apa sebenarnya? Sekolah yang gagal, kursus yang tidak perlu, murid yang bodoh, atau guru yang tidak bisa mengajar?” tanya retorik Fahrurrazi

la takut bila hat itu berlangsung terus, negeri ini akan dibodohi masyarakat dunia. Memang masyarakat sekarang bukan tanpa upaya, selain belajar di sekolah, mereka terkadang menyerbu lembaga-lembaga kursus untuk memecahkan kesulitan tersebul,

Hal inilah yang menjadi tantangan bagi lembaga kursus yang didirikannya, Sang Bintang School, untuk dipecahkan. itu sebabnya, la beroleh ide gemilang. Bila enam tahun tidak bisa, bagaimana halnya dengan enam minggu?

“Itulah pertanyaan pertama ketika orang membaca promosi kami. Tapi, sejak berdiri akhir 2004, dan diakui Diknas sejak 1 Juli 2005, program ini langsung diminati,” papar Fahrurrazi.

Keunikan lain sejarah Sang Bintang School adalah lembaga ini Bahasa Inggria oleh Para sarjana ekonomi, bukan sarjana bahasa Inggris atau sarjana pendidikan.

Kala itu tiga sarjana ekonomi Abang Priana Ashri, Fahrurrazi, dan Yunsrino mulai mengelola sebuah lembaga pen­didikan berbasis ekonomi. Ekonomi sebagai studi ilmu yang meng­ajarkan keefektifan dan efiaiensi menjadi inspirasi lahirnya program efektif di Sang Bintang School.

Dengan program ‘ambisius’ demikian, Fahrurrazi mengalami se­jumlah kesulitan ketika awal berdiri kursusnya. Bukan kesulitan men­jaring siawa, melainkan merekrut guru-guru yang kompeten.

Banyak pengajar menyatakan ketidaksanggupan dengan target ini. Bagaimana mungkin belajar bertahun-tahun di kampus tetapi mengajar hanya 6 minggu? Baru ketika angkatan pertama selesai, dan hasilnya memuaskan, maka pengajar-pengajar lain mulai bersedia.

“Artinya perubahan memang sebuah mimpi, tapi harus ada yang memulai,” kata Fahrurrazi bangga. Ia memang boleh berbangga. Di angkatan ke-2, sekolahnya kebanjiran murid sampai lebih dari 240 orang.

Rekrutmen pengajar pun berlangsung sangat selektif. Mereka harus mampu memilih guru yang ikhlas, manajemennya bagus, serta berkeyakinan bahwa muridnya jenius.

“Kami butuh training intensif untuk mengubah pola pikir sang guru terlebih dahulu, dan ini ini memakan banyak waktu. Namun sebelum ini terjadi, sang guru harus yakin dulu bahwa mengajar bahasa Inggris dalam waktu yang cepat dan efektif bukan sesuatu yang mustahil.”

BIODATA FAHRURRAZI

Pontianak, 13 April 1984

Website: www.sangbintangschool.com

E-mail: Aji_alparisi@yahoo.com

PENDIDIKAN:

S1 Fakultas ekonomi Universitas Tanjung Putra

PERUSAHAAN:

Sang Bintang School – Kampoenk Jenius (lembaga belajar Engliah 6 Minggu Bisa! dengan Visi Usaha “Indonesia Jenius”

Website: www.sangbintangschool.com

Alamat: JI. Dr. Sutomo No 40 Pontianak

PENGHARGAAN:

2008 Finalis Wirausaha Muda Mandiri

KARIER/PROFESI:

Manajer Pemasaran Camel -Islamic Distribution 2003 – 2004

Manajer BMT Izzah Sejahtera Pontianak 2006 – 2009

Ketua Koperasi Farira 2008 – 2009