Kisah Gambar Dinding; Wahyu Aditya

Kisah Gambar DindingKegemaran menggambar Adit sudah terlihat sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Ketika menjadi murid kelas 1 SD Cor Jesu 1 Malang, ia pernah menjadi juara lomba menggambar. Kegemarannya itu lalu disalurkan pula dengan mengirim gambar kepada TinoSidin, tokoh legendaris yang mengasuh acara “Gemar Menggambar” TV RI. Sayang, gambaruya tak pernah terpilih untuk ditayangkan.


WAHYU ADITYA

Malang, 04 Maret 1980

 

Email : Waditya2000@yahoo.com

 

Website : kdri.web.id, menteridesainindonesia.blogspot.com

PENDIDIKAN :

 

1998-2000 Advanced Diploma Jurusan Interactive Multimedia – KvB Institute of Tech Sydney-Australia

NAMA USAHA:

HelIoMotion Academy-School of Animation and Creativity (Sekolah Animasi & Sinema)Website www.hellomotion.com

Alamat: JI, Tebet Raya 45 C, Jakarta 12820.

Telp/fax: 021 837 91952

PENGHARGAAN:

2008 Finalis Wirausaha Muda Mandiri

2008 Juara Pertama-Slogging Competition British Council

2008 30 Most Inspiring People under 30 – Award from Hard Rock FM Indonesia

2008 Australian Alumni Award- Finalist Creativy & Design Award

2008 World Winner of British Council – International Young Creative Entrepreneur of The Year ‑Film  category

2007 Pemenang of British Council – International Young Creative Entrepreneur of The Year – Film Category-Indonesia

2007 Finalls of British Council – International Young Creative Entrepreneur of The Year – Design Category – Indonesia

2007 Special Achievement Award – FAN / National Animation Festival

2007 Scholarship – Animation & Cinema Industry by AOTS – Japan

2006 Best 3 – International Young Creative Entrepreneur of The Year – Indonesia

2005 Best Concept for Future Film – Jakarta International Film Festival & Hubert Bals Foundation

2005 Win 8 Awards in Indonesia Animation Festival

2005 Finalist Asiana Film Festival – South Korea

LAIN-LAIN :

2004 Sekarang Pemimpin HelloMotion Academy-School of Animation and Creativity, Konseptor dan Kurator HelloFest Motion Art Festival, Movie Director, Motion Graphic Artist, Ilustrator, Photographer, Art Director, Editor, Script Writer, Animator, Cameraman, of Speaker and Dreamer

2004- Sekarang Vice President – ASIFA / Animation Association – Indonesia Branch

 

Masuk kelas VI SD, ia rajin mengisi buku tulisnya dengan berbagai gambar dan cerita. Ketimbang membeli mainan, ia lebih se-ring minta dibelikan kertas HVS untuk menggambar. la juga rajin me­nyulap buku tulisnya menjadi ‘majalah’ dengan menciptakan ilustrasi sederhana dari berbagai tokoh rekaannya. Nama-nama tokoh dipele­setkan, dengan tetap mengambil inspirasi dari lingkungannya. Tokoh cerita Lima Sekawan dipelesetkan menjadi Enam Sekawan, mengacu pada jumlah kumpulan preman cilik di sekolahnya. Ilustrasi di buku itu lantas disebarkan ke kawan sekelas. “Saya senang jika mereka terhibur oleh karya saya,” katanya. Menginjak SMP, ia dipercaya mengelola satu rubrik khusus untuk majalah sekolah. Isinya tentang keadaan sekolah ketika itu.

Hobi menggambar terus berlanjut sampai SMA. Bahkan, dinding sekolah pun dia gambari. “Saya murid pertama yang diperboleh­kan menggambari dinding,” katanya mengenang. Kariernya sebagai seorang animator diawali dengan menjadi komikus amatir saat itu. `Korban’ pertamanya adalah buku-buku pelajaran kelas 3 SMA-nya. Di buku-buku inilah Adit membuat animasi strip komik. Ketika akan melanjutkan kuliah pun, ia dengan tegas memilih, “Ingin kuliah di tempat yang tidak ada matematikanya,” tandas anak kedua pasangan Sanarto Santoso dan Tri Astuti ini.

Pilih punya pilih, akhirnya Adit menuntut ilmu di Advanced Diploma of Interactive Multimedia-KvB Institute of Tech, Sydney, Australia, untuk mempelajari multimedia. Saat kuliah, tiga kali ia sempat mengikuti lomba. Yang sekali, ia sukses menjadi juara perta­ma. Setiap liburan sekolah dihabiskan Adit dengan berlibur ke Indone­sia untuk ikut magang. Kali pertama, ia magang di sebuah percetakan sablon di Malang selama dua bulan. Pemilik percetakan yang melihat karyanya jauh di atas kelasnya, mengarahkan Adit untuk magang di Broadcast Desain Indonesia di kawasan Jakarta Selatan. Di sana, ia hanya mengamati pembuatan video dan teknik mengedit.

Karier Adit selepas kuliah dimulai sebagai creative designer & ani­mator di Trans TV pada 2000-2002. Sebagai best student di KvB Institute of Tech, almamaternya, bisa saja ia melanjutkan hidup di negeri Kanguru itu. “Tapi saya tidak betah hidup di Australia,” katanya.

Sumber Buku: Wirausaha Muda Mandiri