FTBI 2026 Luwu Timur Diikuti 329 Siswa, Bahasa Bugis dan Toraja Jadi Fokus Lomba Tim Redaksi, 14 October 2026 MALILI – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat upaya pelestarian bahasa daerah melalui penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 tingkat SD dan SMP. Kegiatan yang diikuti 329 siswa tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Luwu Timur, Darmawan, di Aula Disdikbud Luwu Timur, Selasa (13/10/2026). Festival ini merupakan bagian dari sinergi Pemkab Luwu Timur dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), untuk memperkuat pelestarian bahasa daerah dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu. Dalam sambutannya, Darmawan mengapresiasi seluruh peserta yang berhasil melaju ke tingkat kabupaten. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru pendamping dan orang tua yang telah memberikan dukungan kepada para siswa. “Anak-anak yang hadir di sini merupakan talenta terbaik untuk menampilkan keterampilan di bidang lomba masing-masing. Tentu ini semua berkat dorongan, dukungan, dan bantuan dari para guru pendamping serta orang tua,” ujar Darmawan. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengenal, mempelajari, menggunakan, dan mengembangkan bahasa daerah melalui kegiatan yang kreatif dan edukatif. Ia menegaskan, FTBI tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, serta menanamkan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah sejak usia dini. Darmawan juga optimistis para peserta yang mewakili Luwu Timur dapat menunjukkan kemampuan terbaik dan mempertahankan prestasi pada jenjang yang lebih tinggi. Ia menyebut Luwu Timur selama ini memiliki rekam jejak prestasi yang baik dalam penyelenggaraan FTBI. Empat Cabang Lomba Diikuti Ratusan Siswa Ketua Panitia FTBI Luwu Timur 2026, Lisnah, melaporkan bahwa kegiatan tahun ini diikuti 329 siswa dari jenjang SD dan SMP. Jumlah tersebut terdiri atas 170 siswa SD negeri serta 159 siswa SMP negeri dan swasta dari berbagai wilayah di Kabupaten Luwu Timur. Para peserta berkompetisi dalam empat cabang lomba, yakni mendongeng bahasa daerah, menulis cerpen bahasa daerah, komedi tunggal bahasa daerah, dan pidato bahasa daerah. Seluruh cabang lomba menggunakan bahasa Bugis dan Toraja. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, panitia membagi lokasi perlombaan berdasarkan jenjang pendidikan. Lomba tingkat SD dipusatkan di SD Negeri 238 Mallaulu, sedangkan perlombaan tingkat SMP berlangsung di UPT SMP Negeri 1 Malili dan UPT SMP Negeri 2 Malili. Melalui FTBI 2026, Pemkab Luwu Timur berharap semakin banyak generasi muda yang aktif menggunakan dan mengembangkan bahasa daerah. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pelestarian kekayaan budaya lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (*) Jangan Lewatkan:Rumpun Mangade To Magi Minta Land Clearing PT IHIP di Lahan Sengketa DihentikanWabup Luwu Timur Dorong Desa dan Kecamatan Jadi Penggerak Lingkungan SehatTak Libatkan Kontraktor dan Pekerja Lokal, AMAL Bersatu Rencanakan Unjuk Rasa di Proyek Port PT IHIPInovasi Mahasiswa KKN Unhas dari Luwu Timur Juara I Expo KKN 116