Yamaha Jupiter 130cc Tune Up Tembus 26dk


Tidak disangka, motor lansiran Yamaha yang satu ini mampu top speed 26dk, tentunya akan membuat penontonnya akan tercengang. Untuk meracik motor drag berkapasitas kecil memerlukan perhitungan cermat oleh sang mekanik di dalam menentukan spesifikasi mesin, pengukuran serta pemilihan material sparepart yang akan dipakai menjadi kunci output tenaga maksimal.
Yamaha Jupiter 130cc Tune Up Tembus 26dk
Motor yang menjadi percobaan adalah Jupiter Z. Motor ini sudah dibekali kruk as bagus dengan langkah 54mm, maka untuk mengejar regulasi dilakukan bore up penggantian piston daytona diameter 55.2mm akan menjadi kapasitas mesin 129cc, hasil ini didapat dari perkalian volume silinder, rumusnya adalah v=(3.14×55.2x 55.2×54)/4000=129.16cc. Mengapa perlu menggunakan piston daytona? karena piston dibentuk dengan proses FORGING menjamin durability ditempa kompresi diatas 15:1. Ciri khas motor drag bike. Dengan bentuk piston blank (mentah) akan leluasa membentuk dome piston menyesuaikan kubah ruang bakar. Pen ke top piston dibuat tinggi 12mm, blok piston jupiter z pun dipangkas sesuai panjang asli blok vega.

Agar deck clearance tepat di angka 0.5mm, jarak pen pada dome dibuat lebih tinggi 17mm, sedangkan tepian piston menuju dome dibuat membentuk derajat 9 sesuai squish pada kepala silinder. Area Head juga dibubut ulang agar klep sonic bisa dipakai yang diameternya in 28 dan out 24 dengan gap intervalve 4,8mm. Dengan begitu, pada saat overlap maximum terjadi di angkatan 3,9 mm jarak antar katup masih tersisa hampir 1mm menjamin keselamatan klep tidak saling bersinggungan meski digeber hingga 15,000 rpm. Pir klep Jepang merk AHRS didaulat untuk menahan lift 9,5mm agar tidak floating. Untuk mempercepat akselerasi rocker arm diganti dengan bahan titanium serta model pelatuk roller. Disini lift tinggi sangat diperlukan untuk mengangkat torsi di low end RPM, sedangkan durasi besar difungsikan untuk menguber torsi putaran atas. Untuk itu durasi noken as roller ini bisa dipapras hingga 280 derajat diukur pada angkatan klep 1mm. Dengan LSA 100 derajat, diharapkan akselerasi menuju peak power bisa dikail dengan cepat.

Jalur bahan bakar juga perlu dibentuk hingga 26mm (in), pada sekitaran bos klep dibuat hingga 28mm dari diameter klep. Sedangkan (out) rata 24mm hingga pertemuan pada knalpot. Setelah itu, punggung payung klep dibubut back cut agar cara kerja katup akan jadi ringan dan menggandankan flow.

Untuk pasokan bahan bakar dibenamkan karburator ex kawasaki KX85 dengan ukuran pilot jet 60 , dan main jet 102. Setingan kering khusus untuk pacuan drag 201m. Sedangkan pembuangan diperlukan knalpot WRX tipe oval dengan tipe leher pendek diameter 26mm. Otak pengapian cdi KAWAHARA programable dipatok tertinggi di 36,5 derajat pada 10,000 rpm turun langsam hingga 30 derajat di 15,000 rpm sebelum menyentuh limiter.

 

Balancer menggunakan berat 400gram yang dipadukan dengan magnit model rotor total loss DC dengan berat 450gram. Sedang bagian kampas kopling dipercayakan memakai Suzuki FR80, dengan pir kopling smash, untuk menyalurkan tenaga gigi rasio 1 di 13/33, rasio 2 di 16/29,dan gigi rasio 3 di 21/29 4. 23/26 menembus topspeed hampir 130 kpj di 201m. Tidak afdol jika tidak di ukur pada meja dynotest, di mototech diukur Torsi didapat pada angka 15,5 nm @ 10,000 rpm dan tenaga di 25,6 horsepower @ 13,000 rpm.