Difteri adalah suatu infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri penghasil racun Corynebacterium diphtheriae. Lebih sering menyerang anak-anak. Penyebabnya adalah bakteri Corynebacterium diphtheriae.
Bakteri ini biasanya menyerang saluran pernafasan, terutama terutama laring, amandel dan tenggorokan. Tetapi tak jarang racun juga menyerang kulit dan bahkan menyebabkan kerusakan saraf dan jantung.
Dasar Kelainan : Eksotoksin Corynebacterium diphtheriae dan pseudo membran yang menutup saluran napas.
I. Diagnosis
Masa inkubasi : 1-10 hari
A. Keluhan pokok
- Demam
- Malese
- Suara parau
- Keluar secret hidung mulai cair sampai kental
B. Tanda penting
- Pseudomembran keabu-abuan pada farings dan sekitarnya
- Sekret hidung
- Suhu badan tinggi
- Takikardi
- Kongesti vaskuler
- Obstruksi saluran napas
C. Pemeriksaan Laboratorium
- Preparat langsung
- Kultur dengan medium Loeffler atau telurin
- Tes Shick (imunitas)
D. Pemeriksaan Khusus : –
II. Komplikasi
- Miokarditis
- Kelainan neurologis
- Infeksi sekunder
- Obstruksi saluran napas
- Pneumoni
III. Penatalaksanaan
a. Terapi Umum
1. Istirahat
- Penderita diisolasi dan istirahat di tempat tidur 2-3 minggu.
- Jalan napas dibersihkan, membran diangkat dengan laringoskopi/bronkoskopi
- Paralisis : dilakukan fisioterapi
2. Diet
- Lunak atau cair
3. Medikamentosa
- Obat pertama
- Antitoksin 20.000 – 100.000 unit/drip dalam larutan NaCl 0,9%
- Amoksisilin/eritromisin 4 x 500 mg selama 7 – 10 hari.
- Penisilin procain G IM 2 x 600.000 unit selama 14 hari
- Obat Alternatif : –
4. Vaksin toksoid difteri biasanya dalam vaksin DPT.
b. Terapi Komplikasi
- Trakeostomi/intubasi endotrakeal segera bila ada obstruksi larings.
- Alat pacu jantung bila ada blok jantung.
- DL-Carnitine 100 mg/kg BB dalam 2 dosis bila terjadi miokardistis.
IV. Prognosis
Biasanya jelek tergantung dari :
- Virulensi kuman
- Lokasi dan perluasan membran
- Kecepatan terapi
- Status kekebalan